aku hanya seorang diri dalam kesendirian
menata puing-puing ku sendiri
bagian demi bagian ku rapatkan
tuk sempurnakan secerah keutuhan
detik demi detik telah terlewati
tapi....
puing-puing ini tak jua dapat ku satukan
tak terasa...
air mataku pun mulai menetes,
menyaksikan puing-puing mereka
yang telah di satukan
sehingga alampun memujinya
sontak batin ini beku
sendiri aku dalam keramaian mereka
air mataku menetes dalam senyum mereka
kini...
sesal juang ini
sesal tiada arti
mungkin harus tetap disini
sampai nanti
hingga nanti
aku mati
sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar