Selasa, 14 Desember 2010

:: Maaf ::

Maafkan aku jika...
Aku yang tak mengerti
Atau aku yang tak bisa memahami
Arti senyum mu, canda mu, tangis mu
Dan juga gelisah mu
Aku memang bukan matahari
Yang sanggup menerangi kala siang hari
Juga bukan rembulan
Yang bisa memberi sinar di  tengah kegelapan
Aku hanyalah sebuah lilin kecil bagimu
Yang hanya bisa terangi sedikit dari gelap mu
Dan merelakan diri ini terbakar

Senin, 06 Desember 2010

Merenung

Bukanlah apa
Tapi hanya mengapa
Tentang semua
Yang telah dijalani
Dan di lalui

Semua ada lalu tiada
Sekejap dating kemudian
Menghilang begitu saja

Kesakitan berdarah
Sekian parah pun
Takpedulikan
Setapak ini kan terus dilalui

Bahagia tak dapat diraih
Derita dan air mata tak dapat di hindari

Hanya membisu kalbu bayang kalbu

Mencari jawabanas ribuan Tanya
Tapi…
Tak jua temukan

Menghilang sekejap pulih kan rasa

Minggu, 05 Desember 2010

titip rindu untuk kekasihku

Engaku yang berada jauh disana
mungkinkah mengingatku
walau hanya sekejap di hatimu

diriku disini selalu ada untukmu
mengingatmu,
merindumu,
menyayangimu
setulus jiwa dan ragaku

rindu yang mendalam
kian merasuk dalam kalbu
tanpa dendam
hanya untuk dirimu

pada angin...
pada hujan..
ingin ku sampaikan
betapa aku merindumu

disini diriku
merindu senyummu
merindu sayang mu
merindu akan dirimu

aku akan tetap menunggu
menunggu dirimu
sampai akhir waktuku menjemput ku

hanya sendiri

tiada yang dapat merasakan
tiada yang dapat melihat
ronta batin nestapa
merintih sakit mengaduh derita

tak bertemu obat sembuhkan luka
semakin parah berujung resah
kesakitan tak jua enyah
selalu melekat di jiwa hampa

dia enggan datang
dia enggan memberikan cahayanya

semakin berat beban dirasa
tak kuat hancur si tuah berduri
mengadu sakit dalam sendiri

tentang sesuatu

tiada kata dapat lukiskan indahnya dunia
tiada makna dapat menggambarkan kasih sayang -Nya

bukan lautan, jua bukan gunung
tapi hanya debu dirimu hakikatnya
tak semua tebing kan lindungi
tak pula matahari kan terangi
keabadian yang hakiki

numi terdiam
langit berputar
gunung melayang
pijakan tak mampu menopang

saat bekal tak sempurna
hanya air mata terakhir tersisa
dengan jutaan ronta

tapi dengan keikhlasan memaafkan
semoga airmata takkan ada
dan kan jadi senyum penutup mata keabadian

merpati tak bersayap


Merpati ini…
Dia ingin terbang
menyeberangi samudera
menjelajahi hutan belantara
mengelilingi dunia

tapi…
merpati ini hanya diam
termangu memandang cakrawala

pupus sudah harapan
pupus sudah mimpinya

karena ia tak punya sayap

dia terjatuh
dia terluka
sayapnya patah

tapi…
dia tetap tersenyum
keski batinnya menangis

dia terpisah dari kawananya

kini…
dia hanya sendiri
di temani sepi
dan bayangnnya sendiri
menanti
seseorang kan temani
sampai nanti

Sabtu, 04 Desember 2010

letak jawab tanya mu

langit terlihat sendu
seolah tak ingin terlalu lama di pandangi

larut kian menyapu
sendu dalam bayang semu
lentera redup dalam cahaya
cahaya yang enggan menyala
meninggalkan goresan dalam bahagia

sapuan tak sehelaipun kan di hempas
terang kan terlewati
angin kan berhembus

bulan dan bintang tak temani
kegelisahan kian merasuk

hening debu dalam kesunyian
tersibak nuansa batin

tanpa suara...
tanpa kesadaran lain

kedamaian..
kebahagiaan..
ketenteraman ingin diraih..

semua tanya kan terjawab
saat dirimu sendiri
dalam sujud pada -Nya

aku

aku hanya seorang diri dalam kesendirian
menata puing-puing ku sendiri

bagian demi bagian ku rapatkan
tuk sempurnakan secerah keutuhan

detik demi detik telah terlewati
tapi....
puing-puing ini tak jua dapat ku satukan

tak terasa...
air mataku pun mulai menetes,
menyaksikan puing-puing mereka
yang telah di satukan
sehingga alampun memujinya

sontak batin ini beku

sendiri aku dalam keramaian mereka
air mataku menetes dalam senyum mereka

kini...
sesal juang ini
sesal tiada arti
mungkin harus tetap disini
sampai nanti
hingga nanti
aku mati
sendiri